Killy dan Ulo Temannya

“Ah gak gini mainnya, jangan main gigit bawa gini. Aaaah, gak giniiiiii” teriak Ulo, ular hijau tanpa bisa yang digondol Killy. Ulo berusaha melepaskan gigitan dengan cara menggoyang-goyangkan tubuhnya.
“Aku mau pamerin ke Buni. Tenang Ulo, Buni gak mungkin memukulmu. Dia baik kok”, balas Killy sambil terus membawa Ulo berlari kecil dari tegalan depan rumah memasuki halaman dan berhenti di garasi.

“Waaa Killy, sudah berapa kali di bilang ‘jangan bawa ular ke rumah’, kok masih bandel aja sih.” Hardik Buni sambil mencari hapenya.
“Endak kok Bu, Ulo ini temanku. Aku suka main sama dia.
Lucu khan dia Bu, kepalanya kotak badannya kurus panjang, warna hijaunya bagus ya.
Tadi Illy temuin di tegalan situ, sedang berteduh. Aku ajak main ke rumah yang lebih teduh.”

Buni mengarahkan hapenya ke Killy dan Ulo. Sikill menyaksikan dengan penuh rasa iri tapi pingin tahu. Kikhu bersiaga setelah tahu yang dibawa Killy itu ular, bukan burung atau tikus atau kadal seperti biasanya. Ular yang masih hidup. Memang Killy hanya mengajak bermain sepertinya. Tapi tetap saja, Kikhu bersiaga keadaan terburuk.

“Tak gigit lho matamu.” kata Ulo.
“Weee gak kena, gak kena. Kamu panjang tapi gak bisa meloncat sampai mukaku” Ejek Killy.
“Iya deh, aku tiduran biar kamu nyampe” sambil Killy merebahkan badannya.
“Udah ah, kamu mainnya gak lucu. Sakit semua badanku kena cakar dan gigimu. Kamu bilang gak gigit tapi kukumu itu mencakarku kerasa banget. Cape ah.” Ulo semakin kehilangan selera bermain. Tapi mau pergi juga terasa jauh. Bersikap sebagai ular mati saja, lemas begitu.

Buni setelah merasa cukup membuat video permainan Killy dengan Ulo, kemudian menghardik Killy untuk berhenti bermain. Sikill dan Kikhu juga kaget dengan hardikan itu. Perlahan Buni pegang ekor Ulo dan bawa ke tegalan depan rumah.

“Makasih ya Ulo, sudah menemani Killy bermain. Saatnya kamu beristirahat dan menyehatkan badanmu. Salam buat keluargamu semua.” Buni meletakkan badan Ulo di rerumputan dan perlahan Ulo merayap meninggalkan Buni setelah sebelumnya menengok ke belakang untuk memastikan jari Buni tidak memegang ekornya.

Beberapa minggu kemudian Buni ketemu ular hijau seperti Ulo di pohon kelor samping pagar rumah. Entah dia Ulo atau saudara atau teman Ulo. Setelah bersitatap, mereka kemudian saling menjauhi.

Mau nonton videonya, lihat di twitter ya. Belum ketemu untuk menaikkan ukuran file yang dapat diupload.

Leave a Reply

Your email address will not be published.