Menyiapkan Raspberry Pi

(Tulisan ini sudah lama dibuat, kemudian membuat tulisan lagi seperti di posting di sini. Tidak mau menggabungkan atau menghapus satu tulisan, maka tulisan ini disebut sebagai light edition saja)

Instal OS di sdcard, download dan instal Raspberry Pi Imager dari https://www.raspberrypi.com/software/. Pilih for Windows, MacOS, atau Ubuntu.

Setelah terinstal maka pasang sdcard di slot sdcard atau pakai usb sdcard, kemudian jalankan Raspberry Pi Imager – tersedia banyak OS sesuai kebutuhan (dan sesuai model raspi yang kita punya). Jika tidak untuk dijadikan desktop, maka pilih yang tanpa desktop karena akan lebih irit tempat. Pilih di Raspberry Pi OS (other). Terus pilih Storage, biasanya ada di E, dan ada informasi tentang storage. Jangan sampai pilih storage yang ada di laptop, karena artinya akan nulis di laptop kita.

Jangan lupa setting sekalian (meskipun ini bisa dilakukan belakangan bila raspi sudah jalan. Tapi karena bila tidak menggunakan layar, jadi operasi raspi nanti di remote, maka perlu disiapkan sekalian): nama hostname, SSH, wifi yang terhubung, lokalisasi (penunjuk waktu dan keyboard). Udahlah enak banget sekarang, tahun 2014 saat mengenal Raspberry Pi, semuanya serba manual dan beneran mesti ngerti perintah-perintah di linux. Sekarang sudah jauh berkembang.

Setelah proses write selesai, sekitar 2-5 menit tergantung OS dan jaringan, maka tinggal pasang sdcard di raspi, nyalakan. Dan ya udah selesai deh, tinggal di otak-atik. Yang jadi soal adalah mendapatkan IP raspi itu. Ada beberapa cara: langsung akses router dan masuk ke settingan router, lihat IP di situ. Bisa juga di scan atau pakai tools nmap, tapi ini butuh pengetahuan dan tidak cocok untuk yang baru belajar menggunakan raspi.

Jika sudah dapat IP raspi, maka dari laptop kita bisa remote ke raspi. Pakai terminal Command Prompt, tentu kita test dulu raspi udah on di jaringan tidak, dengan perintah ping xxx.xxx.xxx.xxx (ganti dengan alamat IP raspi), jika belum on, pastikan raspi tercolok juga ke router dengan kabel UTP (biasanya disediakan pas pasang router atau set box) atau tidak salah dalam memasukkan parameter wifi (nama wifi dan password). Jika belum maka pastikan.

Setelah raspi dapat IP, dari terminal kita remote ke raspi dengan perintah ssh pi@xxx.xxx.xxx.xxx nanti akan diminta password untuk ke raspi, jika sudah berhasil maka akan tampil seperti ini:

perintah ssh dan hasilnya

IP ini sering ganti-ganti, maka untuk itu kita perlu membuat IP raspi jadi static. Nah pengaturannya ada di /etc/dhcpcd.conf. Ketikkan perintah ini cat /etc/dhcpcd.conf maka akan tampil isi dari file dhcpcd.conf, bila menggunakan perintah dari nano (ini udah pasti tersedia di raspi, drpd tools lain yang mungkin cakep tampilan tapi masih harus belajar untuk menguasai). Maka untuk mengkonfigurasi dhcp-nya itu pakai perintah ‘sudo nano /etc/dhcpcd.conf’ lihat di bawah nanti ada bagian terkait dengan pengaturan IP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.