Tentang Nama, Sesuatu yang Belum Terceritakan

Pada tahun-tahun akhir 1990an, hobby memelihara burung untuk ikut kontes adu keindahan suara burung berkicau mulai marak. Jika masa sebelum itu sudah ada kontes suara burung perkutut atau keindahan ayam serama atau ayam bekisar, maka di tahun-tahun itu muncul kontes burung berkicau. Untuk membedakan kontes burung perkutut (juga puter dll) dengan burung berkicau ini maka dipakai istilah Kung (Mania) untuk burung perkutut dan Kicau (Mania) untuk yang bukan burung perkutut.

Jenis burung di kontes kicau ini lebih beragam: anis merah, anis kembang, kenari, cicak hijau, murai (batu), branjangan, blackthroat, kacer, pentet, dll. Banyak banget. Makanan dan perawatan bermacam ragam burung itu juga berbeda-beda tidak bisa saling dipertukarkan.

Nah untuk memudahkan menunjukkan burung mana harus mendapat perlakuan apa, burung-burung itu diberi nama. Pengenal hanya dari bentuk atau warna sangkar, mudah membuat keliru karena sangkar tidak banyak beda bentuk, warna, dan ukuran. Mungkin untuk 2-5 sangkar masih agak mudah, tapi bila sudah belasan atau puluhan, menambah ribet saja bila butuh menunjukkan sangkar (burung) yang mana.

Nama: krincing, kroncong, kukila, kecebong, kembanglambe, kemilau, kemoceng, dll (waduh nyebutin nama piaraan hampir seperempat abad yang lalu emang tidak mudah). Jagoan kuliner jaman jadul yang juga hobby burung berkicau memberi nama piaraannya dengan peralatan memasak dan makan: sendok, garpu, sotil, kompor, dandang, dsb. Yang suka dengan sepakbola, akan memberikan nama burungnya dengan berbagai nama legenda sepakbola dan sebagainya. Nama itu sekaligus buat didaftarkan waktu kontes, bila juara nama nama burung (dan nama pemilik) akan dituliskan dalam sertifikat. Tentang kontes burung berkicau ini menarik juga untuk dituliskan.

Pemberian nama tidak hanya kepada burung piaraan tetapi juga mobil dan motor. Nama untuk mobil: kangjo, klawu, dan katana ya hanya 3 karena hanya pernah punya tiga mobil.

Tetang nama piaraan sekarang ini: Kikhu, Sikill, Killy, dan Kiddo menjadi menarik. Menarik karena Kikhu kita panggil I-U, terus karena drakor rame diubah menjadi Ie-YhUng, biar jadi nama Korea. Sikill dipanggil I-el, kadang juga Ie-Yhing, biar berasa Korea juga. Sedang Killy dipanggil Illy, karena suka bikin pening kepala dengan kesukaannya pergi keluar rumah sedang sudah malam dan pintu-pintu hendak dikunci. Semoga tidak bikin dia menjadi mudah sakit dengan panggilan itu.

Tapi nama itu akan kembali ke nama resmi yang didaftarkan di dokter hewan dan tertulis di medical recordnya: Kikhu, Sikill, dan Killy. Kiddo musang itu tidak punya panggilan lain, ya karena dia sendiri, mudah dikenali. Juga karena galak, jadi gak banget buat ditimang-timang atau dipeluk-peluk misalnya.

Begitulah cerita tentang nama piaraan.

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *